News Uncategorized

“4 Virus Paling Mematikan di Dunia, COVID-19 Termasuk?”

Virus Paling Mematikan di Dunia

TOGEL88– Dunia baru saja menutup lembaran gelap Pandemi COVID-19. Disahkan oleh TOGEL88 pada bulan Mei 2023, status virus COVID-19 kini turun dari ancaman global. Namun, apakah COVID-19 merupakan virus paling mematikan di dunia?
Kata ‘mematikan’, menurut TOGEL88, berlaku untuk virus penyebab COVID-19. Namun, ahli epidemiologi ragu untuk memberikan SARS-CoV-2 sebagai virus paling mematikan dalam sejarah manusia.

Bagi mereka, jumlah kematian yang disebabkan oleh virus tertentu tidak selalu melukiskan gambaran lengkap tentang bahayanya, terutama ketika membandingkan wabah virus dari waktu ke waktu.

Alih-alih hanya melihat kematian yang dihitung, ahli TOGEL88 menggunakan metrik yang disebut “tingkat fatalitas kasus” atau “rasio fatalitas kasus” sebagai ukuran seberapa besar kemungkinan suatu virus mematikan. Penilaian ini merupakan proporsi orang yang terinfeksi dan akhirnya meninggal dunia.

Berikut beberapa virus yang paling mematikan dalam sejarah manusia.

4 Virus Paling Mematikan di Dunia

1. Influenza
Pandemi influenza 1918 masih menduduki peringkat teratas sebagai wabah global paling mematikan di abad ke-20. Diduga disebabkan oleh virus H1N1, penyakit ini menyebar secara global pada tahun 1918 dan 1919.

Diperkirakan 500 juta orang terinfeksi atau sekitar sepertiga populasi global, dan 50 juta orang meninggal di seluruh dunia.

Tanpa pengujian dan pelacakan yang canggih, beberapa ahli mengatakan jumlah kematian akibat influenza mendekati 17 juta jiwa. Sementara yang lain menetapkannya jauh lebih tinggi pada 100 juta jiwa.

2. HIV/AIDS
Human immunodeficiency virus (HIV) telah menjadi epidemi yang berkelanjutan sejak 1980-an. Virus, yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dapat menyebabkan sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS), membuat seseorang rentan terhadap infeksi lain.

Diperkirakan 40,1 juta orang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS sejak awal epidemi. Selain itu, tingkat fatalitas kasus HIV/AIDS secara historis cukup tinggi yakni hingga 80 persen tanpa pengobatan.

3. SARS-CoV-2/COVID-19
Perkiraan jumlah kematian akibat pandemi COVID-19 masih sulit didapat. Data kematian pasti akibat COVID-19 masih disimpan oleh WHO, dengan konfirmasi jumlah kematian sekitar 7 juta secara global.

Namun, jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama mengingat pelaporan yang tidak konsisten di seluruh dunia. Bahkan, WHO juga memperkirakan bahwa selama tahun 2020 dan 2021 virus tersebut telah menyebabkan 15 juta kematian di seluruh dunia baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Cacar
Cacar telah mendatangkan malapetaka selama ribuan tahun. Tulisan abad ke-4 menggambarkan penyakit yang mirip dengan cacar. Tak hanya itu, beberapa mumi Mesir juga tampaknya memiliki ruam seperti cacar.

Kematian terus menumpuk hingga abad ke-20, dengan rata-rata 3 dari setiap 10 orang yang terinfeksi meninggal dunia. Penyakit yang disebabkan oleh virus variola ini diperkirakan telah membunuh lebih dari 300 juta orang sejak tahun 1900.

Virus Mematikan Lainnya
Virus lain yang sering disebut sangat mematikan adalah Ebola. Sekitar 34.600 orang terinfeksi Ebola dari tahun 1976 hingga 2020, dengan sekitar 15.200 orang meninggal.